Liverpool Tak Mau Belanja Pemain Lagi Di Bursa Transfer Januari

Liga Inggris – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menegaskan bahwa The Reds kemungkinan besar tidak akan berbelanja pemain lagi pada bursa transfer musim dingin bulan Januari 2020 ini.

Liverpool sudah mendatangkan gelandang serang asal Jepang, Takumi Minamino. Transfer Minamino dari klub Austria, Red Bull Salzburg sudah diresmikan sebelum bursa transfer musim dingin bulan Januari dibuka.

Minamino belum diizimkan dimainkan ketika Liverpool berduel melawan Sheffield United pada Jumat (3 Januari 2020) dini hari nanti. Minamino baru bisa bermain ketika The Reds berhadapan dengan Everton di pentas Piala FA akhir pekan besok.

Saat ini skuad Liverpool tengah diserang badai cedera. Sejumlah pemain andalan The Reds harus menepi. Mereka yang absen antara lain adalah Alex Oxlade-Chamberlain, Xherdan Shaqiri, Fabinho, Joel Matip, hingga Dejan Lovren.

Terlepas dari masalah cedera yang tengah mengganggu skuadnya, Klopp mengakui bahwa timnya sepertinya tidak merekrut pemain lagi karena memilih pemain saat bursa transfer musim dingin bulan Januari memang selalu sulit.

“Setiap tahun kami mengalami situasi yang sama. Selalu sulit, kami mungkin tidak akan belanja pemain lagi di Januari. Kita akan lihat apa yang terjadi, tapi sepertinya tidak,” ujar Klopp seperti dilansir dalam Info Sepakbola Terkini.

Badai cedera yang dialami oleh Liverpool membuat Klopp sementara ini tinggal memiliki 13 pemain selain kiper yang dipersiapkan untuk pertandingan melawan Sheffield United dini hari nanti.

Mohamed Salah dan rekan-rekannya untuk sementara ini masih nyaman bertengger kokoh di puncak klasemen Premier League dengan perolehan 55 poin, lengkap dengan prestasi tidak terkalahkan.

Southampton Tekuk Chelsea 2 – 0

Liga Inggris – Pertandingan pekan ke-19 Premier League yang dilakoni Chelsea pada hari Kamis (26 Desember 2019) berakhir mengesankan. Melawan Southampton di Stamford Bridge, anak-anak asuh Frank Lampard tersebut kalah 2 gol tanpa balas.

Dengan dukungan penuh dari seluruh pendukungnya, Chelsea tampil lebih dominan di babak pertama. Namun The Blues gagal membuat peluang berbahaya karena tim tamu mengusung pertahanan yang sangat disiplin.

Ancaman dari The Blues baru datang pada menit ke-22. Dimulai dari umpan Callum Hudson-Odoi, Fikayo Tomori yang sudah menanti di kotak penalti langsung mengarahkan bola ke gawang lawan. Namun sundulannya berhasil dihalau penjaga gawang lawan.

Berbagai upaya telah dilakukan Chelsea. Namun yang terjadi justru sebaliknya, gawang mereka berhasil dibobol oleh penyerang Southampton, Michael Obafemi. Tembakannya melesak masuk dengan indah ke gawang yang dikawal Kepa Arrizabalaga. 1-0.

Tidak ada lagi peluang berbahaya ataupun gol yang berhasil dihasilkan oleh kedua kesebelasan sampai wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir. Southampton masih mengungguli Chelsea dengan skor 1-0.

Babak Kedua
Chelsea meningkatkan tempo serangan agar bisa menyamakan kedudukan. Pada menit ke-54, Sebuah peluang tercipta dari Hudson-Odoi yang melepaskan tembakan melengkung. Sayang, masih terlalu tinggi di atas gawang.

Di tengah usaha menyamakan kedudukan, gawang Chelsea malah kembali kebobolan. Mimpi buruk the Blues datang pada menit ke-73 melalui aksi Redmond, yang sukses menemukan ruang di lini pertahanan dan berhasil mengkonversi umpan Armstrong jadi gol. 2-0.

Memasuki masa injury time, Mason Mount melepaskan tembakan ke gawang The Saints yang kemudian digagalkan McCarthy. Skor 2-0 bertahan sampai wasit membunyikan peluit panjang dan Southampton dinyatakan sebagai pemenang.

Susunan Pemain
Chelsea (3-4-3)
: Kepa Arrizabalga; Antonio Rudiger, Kurt Zouma (Mason Mount 46′), Fikayo Tomori; Cesar Azpilicueta, N’Golo Kante, Jorginho, Emerson; Willian (Pedro 84′), Callum Hudson-Odoi (Christian Pulisic 67′), Tammy Abraham.
Southampton (4-4-2) : Alex McCarthy; Cedric Soares, Jan Bednarek, Jack Stephens, Ryan Bertrand; Stuart Armstrong (Oriol Romeu 86′), James Ward-Prowse, Pierre-Emile Hojbjerg, Nathan Redmond; Che Adams (Sofiane Boufal 80′), Michael Obafemi (Danny Ings 69′).

Gilas Colchester United, MU Melajut Ke Babak Semifinal Carabao Cup

Liga InggrisManchester United berhasil mempermalukan Colchester United dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan perempat final Carabao Cup 2019/2020 yang diselenggarakan di Old Trafford, Kamis (19 Desember 2019) dini hari WIB.

Bermain di kandang sendiri di Old Trafford, Manchester United mencoba langsung tampil menggebrak sejak menit pertama. Sejumlah peluang pun diperoleh The Red Devils di awal babak pertama.

Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood bergantian menyerang sektor pertahanan lawan. Namun tidak ada gol yang tercipta dari skuad The Red Devils sampai istirahat babak pertama.

Setelah kedua kesebelasan bermain sama kuat di babak pertama, Manchester United mengamuk di babak kedua dengan mencetak tiga gol, masing-masing melalui aksi Marcus Rashford, bunuh diri Ryan Jackson, serta gol Anthony Martial.

The Red Devils pun berhasil membuka keunggulan pada menit ke-51 melalui aksi Rashford yang melakukan cut inside dari sisi kiri sebelum menghujamkan bola menjadi gol. Lima menit kemudian, United menggandakan keunggulan lewat bunuh diri Jackson setelah ia membelokkan bola ke gawang timnya sendiri ketika bermaksud menghalau crossing Greenwood.

Manchester United memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0 berkat gol hang dicetak Martial pada menit ke-61. Operan Juan Mata diteruskan Rashford ke muka gawang dan berhasil dimaksimal oleh Martial menjadi gol.

Dengan kemenangan ini, Manchester United pun berhak melaju ke babak Semi final Carabao Cup sekaligus memelihara peluang mereka meraih gelar juara musim ini. Selanjutnya mereka akan berduel melawan rival sekota, Manchester City

Susunan Pemain
Manchester United: Sergio Romero; Ashley Young, Axel Tuanzebe (James Garner 65′), Harry Maguire, Luke Shaw (Brandon Williams 62′); Nemanja Matic, Andreas Pereira; Mason Greenwood, Juan Mata, Marcus Rashford (Jesse Lingard 62′); Anthony Martial.
Colchester United: Dean Gerken; Ryan Jackson, Tom Eastman, Luke Prosser, Cohen Bramall; Tom Lapslie, Harry Pell (Ben Stevenson 66′), Brandon Comley (Luke Gambin 73′), Callum Harriott (Kwame Poku 77′); Frank Nouble, Luke Norris.

AC Milan Pantau Perkembangan Bek Juventus

Liga ChampionsBayer Leverkusen VS Juventus beradu kekuatan dalam pertandingan terakhir fase grup Liga Champions hari Kamis (12 Desember 2019). Dan di bangku penonton, nampak pemandu bakat AC Milan dilaporkan sedang mengamati pemain yang terlibat.

Pertandingan itu sendiri berlangsung di kandang Bayer Leverkusen, BayArena. Juventus meraih kemenangan 2 gol tanpa balas berkat sumbangan gol dari Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain. Kedua gol kemenangan Il Bianconeri tercipta pada babak kedua. Tepat setelah bintang Juventus lainnya, Paulo Dybala, masuk menggantikan Federico Bernardeschi. Dybala mempersembahkan dua assist.

Kemenangan itu sendiri tidak terlalu mempengaruhi kelolosan Juventus ke babak 16 besar. Pasalnya, tim berjuluk La Vecchia Signora tersebut sudah mendapatkan tiket untuk menuju ke sana sejak beberapa pekan lalu.

Menurut laporan Info Sepakbola Terupdate, ada pemandu bakat dari rival Juventus, AC Milan, yang tengah memantau pemain di pertandingan tersebut. Sudah bukan rahasia lagi kalau klub asuhan Stefano Pioli tersebut ingin belanja pemain di bursa transfer musim dingin bulan Januari nanti.

Kabar tersebut mengatakan bahwa AC Milan sedang mengamati perkembangaan bek Juventus, Merih Demiral. Pemain berkebangsaan Turki tersebut sudah sering dikaitkan dengan AC Milan sejak bursa transfer musim panas masih dibuka.

Demiral diharapkan bisa menjadi penambal lini belakang Il Diavollo Rosso yang sedang rapuh. Sejauh ini, mereka sudah kebobolan 19 gol hanya dari 15 pertandingan saja di ajang Liga Italia Serie A musim ini.

Pemain berumur 21 tahun itu bermain apik saat menghadapi Bayer Leverkusen. Kerjasamanya dengan Daniele Rugani membuat para penyerang wakil Jerman itu tidak bisa bebas bergerak. Demiral sendiri diberi rating 7.6 oleh Whoscored.

Performa Demiral sebenarnya tidak perlu diragukan lagi. Namun dia masih kalah saing dengan bek Juventus lain seperti Leonardo Bonucci dan Matthijs De Ligt. Sehingga pada musim ini, ia lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan.

Arsenal Harus Segera Atasi Masalah Ini Agar Bisa Berhasil

Liga Inggris – Mantan pemain Arsenal, Kevin Campbell meminta pihak klub segera menunjuk pelatih tetap setelah mendepak Unai Emery. Memang ada Freddie Ljungberg yang ditunjuk sebagai pelatih sementara, tapi masih belum pasti apakah Ljungberg bakal mengontrol transfer tim.

Arsenal boleh jadi menunjuk Ljungberg untuk membuka lembaran baru, namun persoalan yang mereka hadapi masih itu-itu saja. The Gunners belum menemukan gaya bermain yang jelas, pertahanan bobrok, dan ada rumor bahwa Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette ingin meninggalkan Emirates Stadium.

Menurut Campbell, masalah-masalah tersebut harus segera diatasi jika mereka tidak ingin masalah jadi semakin runyam. Pertama, Arsenal harus menunjuk pelatih permanen yang punya wewenang atas transfer, setelah itu baru mereka akan bicara soal yang lainnya.

Melihat permainan Arsenal dalam beberapa waktu terakhir, Campbell tahu permasalahan utama Arsenal terletak pada barisan bek yang begitu lemah. Oleh karena itu, pelatih permanen harus segera ditunjuk, supaya bisa segera bekerja menyelesaikan masalah.

“Tentu saja jika ada pelatih baru datang, dia harus tiba sebelum Januari untuk segera menilai masalah skuad dan pemain tambahan di bagian mana saja yang butuhkan di bursa transfer Januari,” ujar Kevin Campbell seperti dilansir dalam Info Sepakbola Terkini.

“Arsenal sekarang tidak cukup bagus. Para pemain itu tampak seperti orang asing di area pertahanan padahal ini adalah pemain-pemain yang sudah cukup lama bermain bersama.”

Kemudian, tentang rumor kepergian Aubameyang dan Lacazette, Campbell percaya bahwa Ljungberg dan para petinggi klub bakal membuat keputusan terbaik untuk klub. Pemain datang dan pergi, klub tetap yang paling penting.

Granit Xhaka Lagi-Lagi Pancing Amarah Supporter Arsenal

Liga Inggris Kekalahan atas Eintracht Frankfurt sudah memancing amarah seluruh supporter Arsenal. Dan para supporter dibuat semakin mencak-mencak di media sosial oleh perilaku sang gelandang, Granit Xhaka.

Arsenal berhadapan dengan Eintracht Frankfurt dalam pertandingan fase grup Liga Europa hari Jumat (29 November 2019). Sayangnya, bermain di Emirates Stadium tidak cukup untuk membuat mereka mengakhiri torehan buruknya belakangan ini.

Mereka justru dipermalukan dengan skor 1-2. Awalnya Arsenal unggul lebih dulu melalui gol Pierre-Emerick Aubameyang di masa injury time babak pertama. Sayangnya dua gol Daichi Kamada membuat mereka gagal membawa pulang tiga poin.

Alhasil, Arsenal harus menunda kegembiraan lolos ke babak 32 besar. Tim asuhan Unai Emery ini masih harus menuai tiga poin saat bertemu Standard Liege dalam pertandingan pekan terakhir fase grup di bulan Desember mendatang.

Ada satu hal yang mencolok dari pertandingan kali ini. Sang gelandang, Granit Xhaka, akhirnya kembali bermain setelah terlibat konfrontasi dengan supporter Arsenal pada bulan Oktober silam.

Saat Arsenal bertemu Crystal Palace, Xhaka yang waktu itu menjabat sebagai kapten tim terlihat beradu mulut dengan supporter ketika akan ditarik keluar. Ia lalu membuang seragamnya ke tanah dan masuk ke ruang ganti lebih dulu.

Ia kembali bermain saat berduel melawan Eintracht Frankfurt. Namun sayang, pemain berkebangsaan Swiss itu kembali menyulut amarah fans dengan tingkahnya. Ia kedapatan tersenyum ketika timnya mengalami kekalahan.

Xhaka tersenyum saat bertemu dengan salah satu pemain Eintracht Frankfurt, David Abraham, setelah pertandingan berakhir. David sendiri adalah mantan rekan satu timnya sewaktu masih memperkuat FC Basel beberapa waktu lalu.

Para supporter Arsenal yang tidak terima dengan sikap Xhaka langsung meluapkan amarah mereka di media sosial Twitter. Bahkan tidak sedikit yang meminta Arsenal segera menjual pemain ini.

“Granit Xhaka tertawa setelah kakalahan tim dalam permainan yang berantakan. Saya sudah mengatakan ini sebelunya dan akan melakukannya ribuan kali lagi. Granit Xhaka harus segera meninggalkan klub saya!!!!!” tulis salah satu fans.

RB Leipzig Ikut Ramaikan Perburuan Erling Braut Haaland

Liga JermanManchester United dikabarkan sedang menyusun rencana untuk memboyong Erling Braut Haaland di Old Trafford. Namun The Red Devils bukanlah satu-satunya tim yang tertarik dengan striker RB Salzburg tersebut.

Sekarang ini, Haaland menjadi target pembelian klub-klub raksasa di seluruh penjuru Eropa. Ketertarikan itu muncul setelah pria berumur 19 tahun tersebut mencatatkan sejumlah torehan apik bersama Die Mozartst├Ądter musim ini.

Haaland telah mencetak 26 gol di seluruh ajang kompetitif, padahal belum ada setengahnya musim 2018/2019 ini berjalan. Tujuh gol dia bukukan di ajang Liga Champions, yang membuatnya kini memimpin perolehan pencetak gol sementara.

Beberapa klub dikabarkan berminat mendapatkan tanda tangan sang pemain, dan Manchester United disebut sebagai tim yang paling serius. Namun, mereka pastinya harus menyiapkan dana yang besar jika benar-benar ingin mendaratkannya di Old Trafford.

Bayern Munchen, Barcelona, dan Juventus dikabarkan ikut dalam perburuan Haaland. Dan baru-baru ini, ada klub yang secara terbuka menyatakan siap meramaikan perburuan striker berkebangsaan Norwegia tersebut. Klub tersebut adalah adalah RB Leipzig.

Perwakilan Haaland baru-baru ini terlihat di Manchester United. Namun bukan berarti United yang akan mendapatkan tanda tangan Haaland. RB Leipzig juga berpeluang karena memiliki hubungan yang cukup baik dengan Salzburg.

“Erling Braut Haaland adalah pemain yang sangat bagus. Baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions, dia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tentu saja, kami sudah mulai mencari-cari semenjak bursa transfer musim panas kemarin” jelas CEO RB Leipzig, Markus Krosche, seperti dilansir dari Info Sepakbola Terkini.

Sebagai informasi, RB Leipzig dan RB Salzburg sering melakukan transaksi jual beli pemain. Jika Haaland jadi pindah, maka dia akan menjadi pemain ke-18 RB Salzburg yang pindah ke RB Leipzig sejak tahun 2018 lalu.

RB Leipzig juga bisa menjadi tujuan yang tepat bagi Haaland jika ingin berkembang lebih baik lagi sebagai pemain sepak bola. Klub penghuni posisi runner up Bundesliga tersebut cukup ramah terhadap pemain muda. Salah satu pemainnya yang sedang bersinar saat ini adalah Timo Werner.

Barca Tolak Bayar Mahal Erling Haaland

Liga Spanyol – Juara bertahan La Liga Spanyol, Barcelona konon mundur teratur dari antrean dalam perburuan tanda tangan penyerang muda berbakat milik Red Bull Salzburg, Erling Braut Haaland .

Produktivitas Haaland bersama Salzburg musim ini memang sangat luar biasa sehingga menjadikan sederet klub top Eropa berminat untuk mengejarnya, sebut saja Manchester United, Juventus, sampai Real Madrid.

Dalam beberapa waktu terakhir muncul rumor yang mengatakan jika Los Cules turut bergabung dalam perburuan Haaland. Barca berniat memplot penyerang berusia 19 tahun itu untuk menggantikan posisi Luis Suarez yang semakin tergerus usia.

Seperti diberitakan oleh Info Sepakbola Terbaru, Barca memang sangat menyukai gaya main Haaland terutama ketika ada di mulut gawang lawan. Akan tetapi mereka memutuskan untuk tak lagi memburu servis penyerang internasional Norwegia tersebut.

Los Azulgrana disebut tidak bersedia jika harus merogoh kocek sedalam 100 juta euro untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain. Angka itu adalah harga yang ditentukan kubu Salzburg bagi striker tumpuan mereka.

Barca baru akan berusaha mendaratkan Haaland ke Camp Nou andai Salzburg bersedia menurunkan banderol jual si pemain di masa mendatang. Sosok Haaland jadi headline banyak media ternama berkat statistik golnya yang mencengangkan, khususnya pada musim ini.

Hingga detik ini Haaland telah mengoleksi 26 gol dari 18 kali bertanding berseragam Salzburg dalam seluruh ajang kompetitif, termasuk lima hat-trick di dalamnya.

Arsenal Diimbangi Vitoria Guimaraes, Mustafi Keluhkan Strategi Emery

Liga InggrisArsenal dipaksa bermain imbang 1-1 di kandang klub Portugal Vitoria Guimaraes. Defender The Gunners, Shkodran Mustafi seperti mempertanyakan taktik manajer tim, Unai Emery.

Arsenal berkunjung ke Estadio Dom Afonso Henriques untuk melakoni pertandingan Grup F Liga Europa, Kamis (7 November 2019) dinihari WIB. Kebuntuan dialami the Gunners di hampir sepanjang pertandingan, sebelum Mustafi membuka skor di menit ke-80.

Akan tetapi, kemenangan Arsenal yang sudah didepan mata hilang begitu saja. Bruno Duarte berhasil mencetak gol balasan untuk tim tuan rumah di masa injury time. Di pertandingan ini, Mustafi bertandem dengan Rob Holding dan Sokratis dalam skema tiga bek. Padahal, Emery belakangan lebih imbangng memakai sistem dengan skema empat bek.

Mustafi mengatakan, satu angka yang dibawa pulang oleh Arsenal tidak lepas karena sulitnya mendapatkan ritme bermain karena strategi yang asing. “Kami bermain dengan tiga bek, sistem yang sangat asing untuk kami. Jadi kami butuh waktu untuk mendapatkan ritme,” kata Shkodran Mustafi dikutip Mirror.

Baca Juga : Arsenal Stagnan, Suara Pemecatan Emery Mulai Digengunkan Fans

“Di babak pertama, permainan kami tidak seperti biasanya. Saya pikir kami sedikit lebih baik di babak pertama, mendapatkan ritme yang lebih baik, melakukan operan yang lebih baik.”

Hasil tersebut melanjutkan puasa kemenangan Arsenal menjadi empat pertandingan secara berturut-turut. Sekalipun Meriam London masih ada di puncak klasemen sementara grup usai mengumpulkan 10 poin, unggul empat poin dari Eintracht Frankfurt yang baru akan bertanding malam ini waktu setempat.

“Kami herus tetap menguasai keadaan. Semua orang memang ingin tampil dan memberikan segalanya, terkadang jika motivasi anda terlalu besar, justru akan membuat sulit,” demikian ungkap Shkodran Mustafi.

Arsenal Stagnan, Suara Pemecatan Emery Mulai Digengunkan Fans

Liga InggrisUnai Emery mulai kehilangan dukungan sebagai pelatih Arsenal. Seiring hasil-hasil buruk yang didapatkan oleh The Gunners, rumor pemecatan Emery pun terus menguat. Emery dianggap sudah tidak pantas lagi berada di kursi manajer Arsenal.

Musim ini merupakan musim kedua Emery sebagai bos Arsenal, namun sejauh ini masih belum ada tanda-tanda perkembangan yang siginifikan. Arsenal masih sama, punya masalah yang sama seperti tahun-tahun terakhir Arsene Wenger menjabat sebagai manajer.

Emery sebenarnya punya riwayat karier impresif. Dia jadi penguasa Liga Europa bersama Sevilla, kemudian membuktikan kebolehannya di Paris Saint-Germain. Namun, beberapa kekurangan Emery perlahan terbongkar.

Emery mungkin ingin bersikap adil dan memberi kesempatan untuk setiap pemain, tapi keputusan ini justru menuntunnya pada keputusan keliru lainnya. Pada pertandingan-pertandingan penting, Emery sering menurunkan pemain-pemain yang mungkin kualitasnya di bawah standrat.

Dia memilih kombinasi bek yang meragukan, sering merombak sektor tengah, dan menurunkan pemain-pemain muda ketika ada pemain senior yang siap bermain. Sederet keputusan aneh Emery ini berdampak buruk pada hasil pertandingan Arsenal.

Analis Premier League, Mike McGrath, berkomentar bahwa sederet keputusan aneh yang dibuat oleh Emery itu bisa saja membuat pria berkebangsaan Spanyol ini kehilangan jabatan sebagai bos Arsenal.

“Ada beberapa kesalahan yang dia lakukan sebagai manajer. Kesalahan dalam memilih kapten itu adalah tanda kelemahan, kemudian jika Anda berperan sebagai pelatih dan ada pemain terrmahal dalam klub, Anda harus menemukan tempat untuknya,” tutur Mike McGrath seperti yang dilaporkan dalam info sepakbola terupdate.

Walaupun demikian, McGrath menilai bahwa Emery masih pantas diberi kesempatan. Dia merasa Emery layak memperoleh waktu yang lebih banyak, pasalnya skuad Arsenal di musim ini sudah cukup kuat.